Bondowoso, BULETININDO.COM – Memasuki momentum bulan suci Ramadhan, harga ayam potong di pasar tradisional Bondowoso mulai menunjukkan tren kenaikan.
Lonjakan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat yang bersiap menyambut bulan penuh berkah tersebut.
Di beberapa pasar rakyat di Kabupaten Bondowoso, harga ayam potong yang sebelumnya berada di kisaran Rp35.000 per kilogram, kini merangkak naik menjadi sekitar Rp40.000–Rp50.000 per kilogram, tergantung kualitas dan ukuran ayam.
Salah satu pedagang ayam di pasar tradisional Bondowoso Sugiarto (62) mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah menjadi pola tahunan menjelang Ramadhan.
“Permintaan mulai naik karena banyak warga yang menyiapkan stok untuk sahur dan berbuka. Biasanya seminggu sebelum puasa, harga sudah bergerak dan sampai selesai hari raya ketupat,” ujarnya.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Bondowoso, namun juga di berbagai daerah lain di Indonesia.
Para pelaku usaha berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat menjaga stabilitas pasokan dan distribusi agar harga tidak melonjak tajam.
Langkah pengawasan di tingkat distributor hingga pengecer dinilai penting untuk mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Ketersediaan stok ayam potong secara umum masih relatif aman, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan.
Momentum Ramadhan memang kerap menjadi periode peningkatan konsumsi bahan pangan, termasuk ayam potong yang menjadi salah satu menu favorit untuk sahur dan berbuka puasa.
Dengan koordinasi yang baik antara peternak, distributor, pedagang, dan pemerintah, diharapkan harga tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang dan khusyuk. (Penulis : Dikah)





