Bondowoso, BULETININDO.COM – Pemerintah kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Program ini dilaksanakan pada dua periode, yakni tanggal 23–28 Februari 2026 dan dilanjutkan pada 2–6 Maret 2026.
Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga terjangkau, yakni Rp57.000 per kemasan 5 kilogram.
Selain itu, minyak goreng merek Minyak Kita juga tersedia dengan harga Rp15.000 per liter, sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri.
Program ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Badan Pangan Nasional bersama Perum BULOG Bondowoso dalam menjaga ketersediaan pangan serta mengendalikan gejolak harga yang biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Menjaga Stabilitas dan Daya Beli Masyarakat
Gerakan Pangan Murah bertujuan untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan pokok dengan harga yang wajar.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi instrumen penting untuk menekan inflasi pangan dan menjaga daya beli masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah ingin memastikan pasokan pangan aman dan harga tetap stabil, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri yang biasanya terjadi peningkatan permintaan,” ujar Pimca Bulog Bondowoso Hesty Retno Kusumastuti.
Beras SPHP sendiri merupakan beras berkualitas yang disalurkan melalui program stabilisasi pemerintah dan didistribusikan oleh Perum BULOG Bondowoso.
Sementara minyak goreng Minyak Kita merupakan program minyak goreng rakyat yang diluncurkan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk menjaga keterjangkauan harga minyak goreng di masyarakat.
Gerakan Pangan Murah dilaksanakan di berbagai titik distribusi di Wilayah Kabupaten Bondowoso yang mudah dijangkau masyarakat, seperti pasar tradisional, kantor desa, Kantor Kecamatan, serta lokasi strategis lainnya.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso Jelang HBKN
Pemerintah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pangan nasional, khususnya menjelang momentum penting seperti Ramadhan dan Idul Fitri.
Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, diharapkan masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa khawatir terhadap ketersediaan dan kenaikan harga bahan pangan pokok.
Pemerintah juga memastikan distribusi akan terus dipantau agar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (Penulis : Dikah)





