Kades dan Camat Curahdami Himbau Warga Waspada, Jembatan Silolembu Bondowoso Retak Antisipasi Longsor

Bondowoso, BULETININDO.COM – Dengan terjadinya retakan Jembatan di Wilayah Desa Silolembu Kecamatan Curahdami Bondowoso yang termasuk jalan Provinsi antara penghubung Bondowoso – Besuki Situbondo saat ini mengalami retak serius antisipasi Longsor.

Camat Curahdami, Guruh Purnama Putra, menyampaikan tanggapan sekaligus himbauan kepada masyarakat terkait kondisi Jembatan Silolembu yang mengalami retakan dan berpotensi terdampak longsor.

Pemerintah Kecamatan Curahdami saat ini telah bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama dinas terkait untuk memastikan kondisi dan kelayakan jembatan tersebut.

Menurut Guruh, langkah koordinasi ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini guna menjamin keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jembatan tersebut, khususnya para pengendara dan warga sekitar.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan Curahdami Bondowoso telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi Jembatan Silolembu. Hal ini penting untuk memastikan apakah jembatan tersebut masih layak digunakan atau memerlukan perbaikan segera,” ujar Guruh, Sabtu (28/2/2026).

Jembatan Silolembu merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas warga dan masyrakat yang penghubung antara Bondowoso – Situbondo.

Retakan yang muncul dikhawatirkan dapat membesar apabila tidak segera ditangani, terlebih di tengah kondisi cuaca yang masih rawan hujan dan potensi longsor.

Sebagai langkah pencegahan, Camat Curahdami juga mengeluarkan himbauan kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, di antaranya:

Pengendara diminta tetap berhati-hati saat melintasi jembatan, serta mengurangi kecepatan demi keselamatan.

Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar jembatan yang dapat memperparah kondisi atau menambah beban struktur jembatan.

Warga diminta segera melaporkan kepada aparat desa atau pihak kecamatan apabila melihat retakan semakin melebar atau kondisi jembatan semakin memburuk.

Guruh menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah.

Baja Juga :  Keluarga Besar Atim Desa Sumber Tengah Berbagi Takjil di Bulan Ramadan, Wujud Kepedulian Sosial kepada Sesama

Ia berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan mengikuti himbauan yang telah disampaikan, sembari menunggu hasil pengecekan teknis dari instansi terkait.

“Kami berharap masyarakat tetap waspada dan tidak panik, namun juga tidak mengabaikan kondisi ini. Pemerintah akan terus memantau dan mengambil langkah cepat sesuai hasil evaluasi teknis,” pungkasnya.

Pemerintah Kecamatan Curahdami berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan koordinasi lintas sektor guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan serta memastikan keamanan akses transportasi masyarakat tetap terjaga.

Hal senada juga di sampaikan oleh Kepala Desa Silolembu Achmad Basuki
menyampaikan tanggapannya terkait kondisi Jembatan Silolembu yang saat ini mengalami retakan dan dikhawatirkan semakin memburuk akibat faktor alam.

Menurut Achmad Basuki, kondisi tersebut tidak terlepas dari faktor bencana alam yang sulit diprediksi, terlebih jembatan tersebut merupakan bangunan lama yang telah digunakan selama bertahun-tahun.

“Kalau sudah bencana alam, kita tidak bisa berbuat banyak. Namun kami berharap ke depan jembatan ini bisa segera diganti dengan yang baru, karena memang jembatan ini merupakan peninggalan lama dan usianya sudah cukup tua,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Jembatan Silolembu memiliki peran penting antara penghubung dari Bondowoso – Besuki Situbondo sebagai akses utama mobilitas warga desa dan untuk Masyarakat Umum, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan sehari-hari.

masyarakat di wilayah Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso.
Pemerintah Desa Silolembu, lanjutnya, berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi jembatan, serta mempertimbangkan pembangunan jembatan baru yang lebih kuat dan aman bagi masyarakat.

“Kami berharap ada solusi terbaik demi keselamatan warga. Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat, sehingga perlu penanganan serius agar aktivitas warga tidak terganggu dan tetap aman,” imbuhnya.

Baja Juga :  Warga Swadaya, Jalan Menuju Binakal Bondowoso Ditutup Sementara untuk Perbaikan Mandiri

Pihak pemerintah desa juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintasi jembatan Silolembu dupaya tidak terjadi hal-hal yng tidak di inginkan.(Penulis : Dika)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *