Diskoperindag Bondowoso Sidak SPBU Tamansari, Penimbunan BBM Dilarang, Ini Penjelasan Dari Manajer Jager

Bondowoso, BULETININDO.COM – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Tamansari, Bondowoso guna memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) berjalan lancar serta mencegah praktik penimbunan oleh oknum tertentu.

Sidak ini dilakukan sebagai langkah pengawasan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM.

Petugas memastikan bahwa penyaluran BBM di SPBU berjalan sesuai aturan serta tidak terjadi penyalahgunaan distribusi.

Manager SPBU Tamansari sekaligus Ketua SPBU se-Kabupaten Bondowoso, Jager, menyampaikan bahwa secara umum stok BBM di SPBU Tamansari masih dalam kondisi aman. Namun pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan isu yang telah beredar serta Masyarakat jangan melakukan pembelian berlebihan atau menimbun BBM.

Menurutnya, harga BBM tidak mengalami masalah karena telah mengikuti ketentuan resmi dari Pertamina. Namun, pembelian dengan menggunakan jeriken atau dalam jumlah besar oleh pihak tertentu dapat memicu kelangkaan di tingkat masyarakat.

“Kalau harga sebenarnya tidak ada masalah, semuanya mengikuti ketentuan. Yang membuat kami sebagai pengelola kadang pusing itu ketika ada antrian panjang serta ada pembelian menggunakan jeriken atau untuk ditimbun. Padahal kiriman BBM dari Pertamina tetap ada,” ujar Jager saat di Wawancarai di SPBU Tamansari pada Sabtu,(7/3/2026).

Ia menegaskan bahwa untuk saat ini praktik penimbunan BBM tidak diperbolehkan.

SPBU akan tetap melayani masyarakat secara normal, dan tidak ada pembatasan terkecuali untuk penimbun dan itu tidak di perbolehkan.

Jager juga mengajak masyarakat agar tidak terpengaruh isu-isu yang beredar terkait kelangkaan BBM, termasuk kabar yang sempat beredar mengenai distribusi kapal tanker yang mempengaruhi Masyarakat.

Menurutnya, pasokan BBM dari Pertamina masih berjalan seperti biasa.

“BBM itu sebenarnya ada dan dikirim oleh Pertamina. Tetapi karena ada pembelian dengan tas atau jeriken dalam jumlah banyak, akhirnya stok cepat habis. Jadi kami mohon masyarakat membeli sesuai kebutuhan saja,” imbuhnya.

Baja Juga :  Gerakan Sosial Patas Makelar Akherat: Swadaya Tambal Jalan Berlubang, Selamatkan Pengendara di Bondowoso

Sementara itu, pihak Diskoperindag Bondowoso menegaskan bahwa sidak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas distribusi BBM di wilayah Bondowoso, terutama agar tidak terjadi penimbunan yang merugikan masyarakat.

Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan distribusi BBM tetap berjalan tertib, merata, dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara adil.(Penulis : Dikah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *