Sinyal “Ikut Puasa”? Gangguan Internet di Pulau Sapudi Kembali Terulang Tiap Ramadan hingga Lebaran

Sumenep, BULETININDO.COM – Fenomena gangguan sinyal telekomunikasi di Pulau Sapudi kembali menjadi keluhan masyarakat setiap memasuki bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Kondisi ini seolah menjadi “tradisi tahunan” yang terus berulang tanpa solusi pasti.

Sejumlah warga mengaku kesulitan mengakses internet, melakukan panggilan telepon, hingga mengirim pesan, terutama pada jam-jam sibuk menjelang berbuka puasa hingga malam hari.

Ironisnya, di saat kebutuhan komunikasi meningkat untuk silaturahmi dan aktivitas digital, kualitas jaringan justru menurun drastis.

“Kalau sudah Ramadan begini, sinyal di Sapudi seperti ikut puasa. Lemah sekali, bahkan sering hilang total,” keluh salah satu warga.

Tak hanya mengganggu komunikasi pribadi, kondisi ini juga berdampak pada pelaku usaha kecil yang mengandalkan internet untuk transaksi, serta masyarakat yang menggunakan layanan digital, termasuk perbankan dan pendidikan.

Taufik, salah satu Pemuda masyarakat setempat asal Desa Pancor Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep, menilai gangguan ini bukan lagi persoalan baru, melainkan masalah klasik yang terus berulang setiap tahun.

“Ini sudah jadi momentum tahunan. Setiap Ramadan sampai Lebaran, sinyal pasti bermasalah. Pertanyaannya, kenapa hal seperti ini terus terjadi dan seolah tidak ada perbaikan serius dari pihak terkait?” tegas Taufik.

Ia menduga lonjakan penggunaan jaringan selama Ramadan menjadi salah satu penyebab utama. Namun, menurutnya hal tersebut seharusnya sudah bisa diantisipasi oleh penyedia layanan.

“Kalau alasannya karena lonjakan pengguna, itu kan sudah bisa diprediksi. Ramadan itu datang setiap tahun, bukan hal mendadak. Harusnya ada kesiapan dari operator untuk menguatkan jaringan, bukan malah masyarakat yang terus dirugikan,” tambahnya.

Warga berharap pemerintah dan penyedia layanan telekomunikasi tidak lagi menutup mata terhadap persoalan ini.

Baja Juga :  Semarak Lomba Kreasi Shalawat Junior GP2M Rayon Iksass Sapudi Putra, 20 Grup Tampil Memukau di Belingi

Mereka mendesak adanya peningkatan infrastruktur jaringan agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun.

“Jangan sampai Pulau Sapudi seperti daerah yang tertinggal dalam hal akses komunikasi. Kami juga butuh jaringan yang layak, apalagi di momen penting seperti Ramadan dan Lebaran,” pungkasnya.(Dikah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *