Hujan Deras Tak Kunjung Reda, Akses Menuju Rumah Warga dan Pondok Pesantren Nurul Falah Bondowoso Terendam Banjir, Warga Terpaksa Kerja Bakti

Bondowoso, BULETININDO.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Jeruk Sok Sok Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, saat ini mengakibatkan banjir di jalan lingkungan yang menjadi akses utama menuju Pondok Pesantren Nurul Falah.

Genangan air bahkan mencapai setengah kaki orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas warga dan santri yang bermukin di lingkungan pesantren.

Pantauan di lokasi, air menggenangi badan jalan sepanjang puluhan meter. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua harus berjalan pelan, sementara sebagian pejalan kaki memilih membuka alas kaki untuk bisa melintas.

Banjir dan aliran air yang terus mengalir juga membuat jalan licin dan berpotensi membahayakan.

Salah satu warga setempat mengungkapkan bahwa banjir terjadi akibat hujan deras yang turun tanpa henti sejak sore hingga saat ini belum redah.

Selain itu, sistem drainase yang kurang memadai membuat air tidak bisa mengalir dengan lancar.

“Kalau hujan deras, air langsung meluap ke jalan. Tingginya sampai setengah kaki. Ini sangat mengganggu, apalagi ini jalan utama menuju pesantren dan ke rumah warga,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, warga sekitar secara swadaya melakukan kerja bakti untuk mengurangi genangan air. Mereka membersihkan saluran air, mengangkat lumpur, serta berupaya memperlancar aliran air agar tidak terus menggenangi jalan.

Warga berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera mengambil langkah penanganan permanen, seperti perbaikan saluran drainase dan peningkatan infrastruktur jalan.

Pasalnya, jika kondisi ini dibiarkan, banjir berpotensi terus berulang dan menghambat aktivitas masyarakat serta lingkungan pendidikan di sekitar pesantren.

Kerja bakti yang dilakukan warga menjadi bukti kepedulian dan solidaritas masyarakat. Namun, solusi jangka panjang dinilai sangat diperlukan agar akses vital menuju pondok pesantren tetap aman dan layak digunakan, terutama saat musim hujan tiba. (Jurnalis : Dika)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *